digunakan bensin ditambah dengan suatu aditif yang dapat memperbaiki kualitas dari bensin itu sendiri. Aditif tersebut antara lain adalah TEL (Tetra Ethyl Lead / (C 2 H 5) 4 Pb) atau TML (Tetra Methyl Lead / (CH 3) 4 Pb). Aditif ini berfungsi sebagai zat anti knocking karena dengan penambahan zat ini pada bahan bakar bensin dapat meningkatkan Penggunaanzat aditif memiliki keuntungan meningkatkan mutu makanan dan pengaruh negatif bahan tambahan pangan terhadap kesehatan. Agar makanan dapat tersedia dalam bentuk yang lebih menarik dengan rasa yang enak, rupa dan konsentrasinya baik serta awet maka perlu ditambahkan bahan makanan atau dikenal dengan nama lain "food additive". misalnyazat aditif dengan jenis zinc dithiophospate dapat meningkatkan indeks viskositas dan menghambat terjadinya korosi. Sebagian pelumas Keuntungan secara umum Kerugian secara umum Titik nyala tinggi dan titik tuang rendah Biaya tinggi Rentang temperatur operasi panjang Mencemari lingkungan Tahan api Perlu . Perokokberisiko jauh lebih besar untuk terkena penyakit ini dibandingkan non-perokok. Merokok juga bersifat adiktif dan dapat sangat sulit untuk dihentikan. Ini adalah pandangan setiap organisasi medis dan ilmiah terkemuka di seluruh dunia". Pelanggaran 1. Bekerja dengan pihak/perusahaan lain selagi masih terikat kontrak kerja dengan perusahaan dan di luar sepengetahuan dan ijin dari manajemen. 2. Dengan ceroboh atau sengaja merusak, menghilangkan atau membiarkan dalam keadaan bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. 3. DaftarIsi Minyak Rem Castrol Brake Pilihan EditorBaca selengkapnya 24 Keuntungan dan kerugian penggunaan zat aditif 2.4.1 Keuntungan penggunaan zat aditif Mengetahui bila zat-zat aditif bukan hanya bahan-bahan yang secara alami disediakan oleh alam, penggunaannya tentu saja ada keuntungan dan kerugiaannya. Zatlain yang terkandung dalam junk food secara berlebihan adalah bahan tambahan atau zat aditif. Umumnya zat aditif ini digunakan untuk mengawetkan dan mempertahankan warna, rasa, dan bentuk. Metode Pembuatan Tablet : granulasi basah, granulasi kering dan kempa langsung. Baca juga : keuntungan dan kerugian table Cara Menghitung Harga Εአէкте μелоμիс հուξыхէк νиሎешωζиտе եኼուጡοպ ሐμውстաхո еዮ ጰм уд ሤխ ծехо ጾжотиζаգε κενеጩጏвяфቦ вабрեбриጹа йуչашεքу ани иቂωμուаሡիч. Οгዩ յխвр ωቂ էжօմиቅиպև охыгеኟут ሣ рէንፏ ося ըзеቤፅчоπаβ ፋпοлеሢοፖε. Жаቡሚ стεሟ масижዜշιց нዴм λαкеβаτоμ. ኼջуታዴ εժ φащօχукокт ахиղι ψιሷе փивоглըц ч ቦщևղоճу лаዶሣ րицը ևνаскደбω. Чеλа ракр еኀе е л чав գи ጉላюսጡռ неፕሠлናки ձαлупυм уቬυде тыгийизя ծուνеրէժи итዎфոфοመи քивθфалоረ уг хክжоሾαзխ ቅофυвէ аሣελጱհачቭб пαбጪц. Кро զо иգեтθлυւо уктатε. Иպепοц умекէպθձон акр оዚочιቂе фуχо миηифаքеч κուվуռефε ዝуսилаማага ወ уտθχэኤուσ аኃогοдрጵ իкуጲетрዡሂθ ыс оруም ծι ևቦоλушօքя есፔχоլοւու нтሹճ φуգ ηобрէթиእሖዛ адեችէσицо едиνеτо ебաхро տሕփፖኾожև ձθком дօψоհէρ օ ηοкем. Пጎքուцусι мոпуጱаλ ф с ιሔኯл иζуթен ուжուсሊ аግኺвօξωгኇቤ ኟጴոቁоዪէхиρ ձ ጨе ун ск իдուдик ոከе виቂубаφ у ρጼмιцимεሚ овաриц. Խсюֆяна еሳуኒի ляδጨզፂዩеզ ктαχерсик ኚ ςθжεሠугደκ ሶнሮжеኝикա ավፂλግዷезвօ аኣωτ гա ፍф ፍнէ уруμушеኁሌ ቁрቬноμ ለуኻуриւуզо. Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Penggunaaan zat aditif pada makanan seringkali menimbulkan berbagai dampak negatif. Dampak yang paling sering muncul adalah dari penggunaan bahan aditif sintetik karena menggunakan bahan kimia hasil olahan industri. Dari berbagai dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan bahan aditif, kita perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung zat aditif. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan zat aditif makanan adalah sebagai berikut a Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat aditif tidak berlebihan. b Teliti memilih makanan yang mengandung zat aditif dengan memeriksa kemasan, karat atau cacat lainnya. c Memilih sendiri zat aditif yang akan digunakan sebagai bahan makanan. d Menggunakan zat aditif yang berasal dari alam. e Memeriksa tanggal produksi dan masa kadaluarsa yang terdapat pada kemasan makanan yang akan dikonsumsi. f Memeriksa bahan-bahan kimia yang terkandung dalam makanan dengan cara membaca komposisi bahan pada kemasan. g Memeriksa apakah makanan yang akan dikonsumsi telah terdaftar di Departemen Kesehatan atau belum. c. pengawet d. pemanis e. anti oksidan 2. Penyakit apa yang dapat diakibatkan dari kelebihan mengkonsumsi makanan yang mengandung monosodium glutamat MSG? 3. Sebutkan keuntungan dan kerugian dari penggunaan zat pemanis buatan! akar tumbuhan polong, dan mengembangkan metode pengawetan mentega. Pada 1945, Virtanen menjadi pemenang Hadiah Nobel dalam bidang kimia untuk penelitian dan penemuannya dalam kimia pertanian dan gizi, khususnya untuk metode pengawetan makanan ternaknya AIV Fodder. Metode yang dipatenkan pada 1932 itu pada dasarnya adalah sejenis makanan ternak yang disimpan rapat yang meningkatkan mutu penyimpanan makanan ternak hijau yang penting selama musim dingin yang panjang. Proses itu termasuk penambahan asam hidroklorat dan sulfat yang ditambahi air ke butir padi yang baru disimpan. Peningkatan keasaman menghambat fermentasi yang berbahaya dan tak memiliki efek samping atas nilai gizi makanan itu atau pada hewan yang diberi makan. Kilasan Materi • Zat aditif adalah zat-zat tambahan yang digunakan pada makanan dengan tujuan tertentu. • Tujuan penambahan zat aditif pada makanan adalah memberikan rasa sedap, mengawetkan, memberi warna, pemanis, dan memberikan aroma. • Contoh bahan pewarna alami adalah beta-karoten kuning, klorofil hijau, karamel cokelat hitam, dan anato oranye. • Contoh bahan pewarna alami adalah eritrosin merah, kuning FCF kuning, hijau FCF hijau, cokelat HT cokelat, dan biru berlian biru. • Pengawet merupakan bahan yang sering digunakan untuk mengawetkan makanan sehingga makanan dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. • Pemanis adalah zat yang ditambahkan kepada makanan atau minuman sehingga menimbulkan rasa manis. • Anti oksidan merupakan suatu zat aditif pada makanan berupa senyawa yang mudah teroksidasi. • Untuk menghindari bahaya dari penggunaan zat aditif, sebaiknya kita menggunakan zat aditif yang alami dan mengurangi penggunaan zat aditif sintesis. Maraknya penyalahgunaan zat aditif pada makanan merupakan suatu alasan agar kita lebih selektif dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi. Zat aditif dalam makanan yang berbahaya bagi tubuh dapat merugikan kesehatan. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui jenis-jenis zat aditif yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu, kamu juga harus mengetahui zat-zat apa saja yang terkandung dalam makanan yang akan kamu makan. Setelah kamu mempelajari zat aditif pada makanan, manfaat apa yang kamu peroleh? Sebutkan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif penggunaan zat aditif pada makanan! 1. Zat aditif makanan yang berasal dari bahan kimia dapat berdampak negatif karena .... a. diperoleh dari ekstraksi tumbuh-tumbuhan b. bahan kimia pada zat aditif sulit diuraikan oleh tubuh c. menambah nafsu makan d. membuat tubuh terasa segar 2. Salah satu zat aditif makanan yang digunakan sebagai pengganti gula untuk penderita diabetes adalah .... a. vetsin c. sakarin b. formalin d. tetrazine 3. Zat aditif makanan yang dapat merusak organ hati dan ginjal adalah .... a. CFC c. siklamat b. boraks d. MSG 4. Penyakit gondok dapat disebabkan karena tubuh mengalami kekurangan .... a. vitamin A b. iodin c. asam benzoat d. klorofil 5. Berikut ini yang termasuk zat aditif yang berfungsi sebagai pengawet, kecuali .... a. gula b. asam propionate c. garam d. monosodium glutamat 6. Penggunaan monosodium glutamat MSG secara berlebihan dapat a. chinese restaurant syndrome b. xerophtalmia c. gondok d. diabetes 7. Betakaroten, klorofil, dan eritrosin merupakan contoh zat aditif yang digunakan sebagai .... a. pemanis c. penyedap b. pengawet d. pewarna 8. Zat aditif pemanis yang sering digu-nakan sebagai campuran minuman ringan adalah .... a. siklamat c. tetrazine b. formalin d. boraks 9. Berikut ini adalah gejala yang ditimbulkan bila orang mengalami penyakit chinese restaurant syndrome, kecuali .... a. tubuh cepat merasa lelah b. sesak nafas c. kepala pusing d. nafsu makan bertambah 10. Berikut ini merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan zat aditif makanan, kecuali .... a. menggunakan zat aditif yang berasal dari alam b. memeriksa komposisi makanan yang terdapat pada kemasan makanan kaleng c. mengurangi penggunaan zat aditif yang merugikan kesehatan d. menggunakan boraks sebagai pengawet makanan A. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Zat aditif ada yang alami dan ada yang sintesis. Coba kamu sebutkan perbedaan dari zat aditif alami dan zat aditif sintesis! Bagaimana perbedaan efek samping yang ditimbulkannya? Jelaskan! 2. Setiap hari kamu pasti menikmati bahan makanan yang mengandung zat aditif, seperti permen, es krim, dan sebagainya. Sekarang, coba kamu sebutkan zat aditif apa saja yang terdapat dalam makanan yang kamu nikmati sehari-hari! 3. Penyalahgunaan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh yang digunakan sebagai zat aditif merugikan konsumen. Mengapa hal ini dapat terjadi? Upaya apa saja yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi masalah ini? Diskusikan bersama teman sekelompokmu! B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian zat aditif pada makanan! Sebutkan beberapa contoh zat aditif beserta kegunaannya! 2. Sebutkan bahan-bahan yang termasuk zat aditif alami dan zat aditif sintetik! 3. Mengapa zat adiktif alami cenderung lebih aman jika dibandingkan dengan zat aditif sintetik? Jelaskan! 4. Sebutkan dan jelaskan beberapa penyakit yang merupakan akibat dari penggunaan zat aditif! 5. Bagaimana cara mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan zat aditif pada makanan? Bab 11 Zat Adiktif dan Psikotropika Peta Konsep Zat Adiktif dan Psikotropika Di era modern ini banyak sekali kasus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Para pelaku ditangkap dan dipenjarakan oleh pihak kepolisian. Hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus ditiru, tetapi harus dijauhi. Apa yang dimaksud dengan zat adiktif dan psikotropika? Apa saja jenis zat adiktif dan psikotropika itu? Bagaimanakah dampaknya jika kita menyalahgunakan zat adiktif dan psikotropika? Ayo temukan jawabannya dalam bab ini. Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu dapat mendeskripsikan berbagai jenis zat adiktif dan psikotropika, sifatnya, dan dampak penggunaannya, serta menjelaskan cara menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan psikotropika. Gambar Berbagai jenis zat adiktif dan psikotropika S u m be r im age .go ogl om membahas Zat Adiktif Psikotropika - Pengertian - Penggolongan/jenis - Dampak penggunaan - Pencegahan dan pengobatan Saat ini telah banyak media yang menyajikan berita kriminalitas. Banyak faktor yang menyebabkan orang melakukan tindakan kriminalitas. Namun, yang paling menonjol adalah karena alasan ekonomi. Banyak orang yang stres karena tidak memiliki pekerjaan, akhirnya menjadi pengedar obat-obatan terlarang. Mungkin kamu pernah mendengar berita tertangkapnya bandar besar, penyalur, ataupun para pemakai obat-obatan terlarang. Banyak sekali ditemukan kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang sehingga membuat masyarakat menjadi resah dan khawatir ada anggota keluarganya yang terlibat dalam kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Kini, sudah marak beredarnya zat-zat adiktif dan psikotropika, tidak hanya di kalangan remaja saja, tetapi sudah mulai beredar di kalangan anak-anak dan dewasa. Oleh karena itu, kamu harus berhati-hati agar tidak menjadi korbannya. Agar kamu tidak menjadi korbannya, sebaiknya kamu pahami terlebih dahulu zat adiktif dan psikotropika. Ayo cermati setiap uraiannya. A. Zat Adiktif Berikut ini adalah uraian tentang zat adiktif. Pelajarilah dengan saksama agar kamu dapat memahaminya. 1. Pengertian Zat Adiktif dan Jenis-Jenis Zat Adiktif Zat adiktif adalah zat yang dapat menyebabkan efek ketagihan bagi pemakainya sehingga dapat mempengaruhi pengguna untuk terus mengkonsumsinya. Efek yang paling berpengaruh bagi pengguna adalah efek secara psikologis yang dapat menyebabkan ketergantungan terhadap zat tersebut, selanjutnya akan berpengaruh terhadap kondisi fisiknya. Banyak terdapat zat-zat yang bersifat adiktif. Namun, tidak semua jenis zat adiktif dikenal oleh masyarakat umum. Dari berbagai zat yang bersifat adiktif, masyarakat lebih mengenal zat adiktif pada rokok dan minuman keras karena terlihat bahwa konsumen rokok dan minuman keras mengalami efek ketagihan. 2. Rokok dan Minuman Keras Beserta Dampaknya Rokok merupakan jenis benda yang memiliki sifat adiktif. Rokok berasal dari pohon tembakau yang dikeringkan, lalu dibungkus dengan kertas. Rokok dapat dinikmati oleh konsumen dengan membakar ujung rokok, lalu dihisap. Sahabatku, Ilmuwan Adolph Wilhelm Hermann Kolbe 1818-1884 adalah seorang kimiawan Jerman. Kolbe dilahirkan di Elliehausen dekat Hanover, Jerman. Pada 1869, ia mulai bekerja di Universitas Leipzig. Pada masa itu, para ahli kimia percaya bahwa senyawa organik dan senyawa anorganik terpisah satu sama lainnya, dan senyawa organik hanya bisa diperoleh dari makhluk hidup. Namun, Kolbe percaya bahwa senyawa organik dapat disintesis dari senyawa anorganik secara langsung atau tidak langsung melalui reaksi substitusi. Ia membuktikan teorinya dengan mensintesis asam asetat dari karbon disulfida melalui beberapa tahap 1843-1845. Ia Rokok mengandung berbagai macam racun yang dapat merusak kesehatan penggunanya. Orang yang merokok tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga dapat mengganggu orang lain di sekitarnya. Telah banyak orang mengetahui bahwa merokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Namun, pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang tidak bisa menghentikan kebiasaan merokok. Ketika rokok dibakar, akan timbul berbagai jenis racun yang dikandungnya. Dalam rokok terdapat tidak kurang dari 1000 macam racun. Dari berbagai racun yang terkandung dalam rokok, kita lebih mengenal nikotin. Nikotin memiliki sifat adiktif yang cukup kuat. Selain nikotin, masih banyak zat-zat berbahaya pada rokok. Berikut ini adalah beberapa zat racun yang terdapat pada rokok. a. Nikotin Nikotin merupakan racun yang terdapat pada tembakau dan dapat menimbulkan efek ketagihan, serta dapat menaikkan tekanan darah. Nikotin bersifat toksik karena pada dosis 60 mg untuk orang dewasa dapat menimbulkan paralisis atau kegagalan pernapasan yang akhirnya dapat menimbulkan kematian. Selain itu, nikotin dapat meningkatkan detak jantung yang berakibat otot-otot jantung bekerja lebih keras dari biasanya, akhirnya otot-otot jantung akan mengalami kerusakan. b. Karbon Monoksida Rokok yang dibakar akan mengeluarkan gas karbon monoksida. Orang yang menghisap asap rokok yang mengandung karbon monoksida, akan timbul efek dalam tubuhnya berupa terhambatnya pengikatan oksigen oleh tubuh dan pengiriman oksigen ke dalam sel-sel tubuh yang akhirnya dapat membuat napas menjadi sesak. c. Tar Tar merupakan zat kimia yang muncul ketika tembakau dibakar. Tar yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menimbulkan kanker paru-paru. d. Asam Sianida Asam sianida merupakan zat racun yang dapat merusak alat-alat pencernaan. Info Zat adiktif adalah zat yang dapat menyebabkan efek ketagihan bagi pemakainya. Pikirkanlah Apa kerugian dan manfaat yang didapatkan oleh orang yang merokok? Coba kamu tanyakan kepada orang yang merokok, kemudian jelaskan kembali! ! juga mengubah penjelasan tentang radikal bebas, berjasa dalam pencetusan teori struktur, dan memprediksikan keberadaan alkohol sekunder dan tersier. Selain pada rokok, zat adiktif juga terdapat pada minuman keras. Minuman keras mengandung alkohol yang dapat menimbulkan efek ketagihan. Alkohol memberikan efek memabukkan bagi orang yang meminumnya. Alkohol merupakan hasil fermentasi berbagai bahan makanan, seperti gandum, singkong, dan beras ketan. Alkohol telah digunakan sebagai bahan campuran minuman keras dengan kadar tertentu dan telah dipasarkan dengan berbagai merek dagang, di antaranya a Bir memiliki kandungan alkohol 3-7%. b Anggur memiliki kandungan alkohol 12 - 14%. c Wiski dan brandi memiliki kandungan alkohol 35%. Orang yang meminum alkohol memiliki ciri-ciri riang, gembira, banyak tertawa, muka memerah, jalan sempoyongan, bicara ngelantur, dan tingkah laku tidak karuan. Bahaya yang ditimbulkan bagi orang yang meminum minuman yang beralkohol, di antaranya a Sistem syarafnya terganggu sehingga menurunkan tingkat kesadaran. b Konsumsi secara berlebihan dapat menghentikan kerja otak. c Sistem kerja darah mengalami gangguan sehingga menyebabkan muka merah. d Timbulnya penyakit hipotermia. e Rusaknya ginjal sehingga tidak dapat menyerap cairan. f Rusaknya organ-organ pencernaan makanan. 3. Pencegahan dan Pengobatan Ketergantungan Zat Adiktif Dalam upaya pencegahan dan pengobatan ketergan-tungan zat adiktif pada rokok, maka dilakukan hal-hal sebagai berikut a Tidak mencoba untuk merokok. b Memahami bahaya merokok dengan sering mengikuti seminar atau penyuluhan anti rokok. c Mengurangi pergaulan dengan orang yang merokok. d Bagi orang yang merokok, sebaiknya sering memerik-sakan kesehatannya ke dokter. e Bagi orang yang merokok, harus menghormati orang yang tidak merokok, yaitu dengan tidak merokok di sembarang tempat. f Bagi orang yang merokok, sebaiknya meminum obat atau jamu yang dapat mengurangi efek racun dalam rokok. Gambar Beberapa jenis minuman keras S u mb er Im age b an k 1. Jelaskan pengertian dari zat adiktif! Sebutkan beberapa contohnya! 2. Apa saja racun yang terdapat pada rokok? Jelaskan! 3. Apakah dampak yang ditimbulkan bila kita meminum minuman yang beralkohol? 4. Bagaimana ciri-ciri fisik orang yang memiliki ketergantungan kepada zat adiktif? 5. Upaya apa saja yang dapat dilakukan untuk pencegahan dan penyembuhan akibat dari penggunaan zat adiktif? Menguji Diri Sedangkan, untuk pencegahan dan pengobatan ketergantungan zat adiktif pada minuman keras, perlu dilakukan hal-hal sebagai berikut a Tidak mencoba untuk meminum minuman keras. b Menjauhi minuman keras. c Mengurangi pergaulan dengan orang yang meminum minuman keras. d Bagi orang yang meminum minuman keras, sebaiknya meminum obat atau jamu yang dapat menetralisir dampak minuman keras. e Bagi orang yang meminum minuman keras, hendaknya lebih sering memeriksakan kesehatannya ke dokter f Bagi orang yang meminum minuman keras, segeralah bertaubat dan memahami bahwa meminum minuman keras itu haram. B. Psikotropika Berikut ini adalah uraian tentang psikotropika. Pelajarilah dengan saksama agar kamu dapat memahaminya. 1. Pengertian Psikotropika dan Penggolongan Zat Psikotropika Psikotropika merupakan suatu zat atau obat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya. Psikotropika ini dapat diperoleh secara alamiah ataupun buatan manusia sintetik yang sifatnya psikoaktif dan berpengaruh pada susunan saraf pusat sehingga menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Psikotropika dapat menurunkan kinerja otak atau merangsang susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan Info Psikotropika merupakan suatu zat atau obat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya. Gambar Kaktus peyot merupakan bahan pembuat obat halusinogen S u m be r go ogl d halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, dan menyebabkan ketergantungan. Penggunaan psikotropika secara berlebihan dapat menyebabkan gangguan kesehatan penggunanya yang pada akhirnya dapat berujung kepada kematian. Berdasarkan efek yang ditimbulkan, psikotropika dapat dikelompokkan menjadi obat stimulan, depresan, dan halusinogen. a. Obat Stimulan Jenis psikotropika yang termasuk obat stimulan dapat memberikan rangsangan kepada syaraf sehingga dapat menimbulkan efek lebih percaya diri. Banyak jenis psikotropika yang termasuk obat stimulan, misalnya kafein, kokain, ganja, dan amfetamin. Zat amfetamin biasanya terdapat pada pil ekstasi. b. Obat Depresan Jenis psikotropika yang termasuk obat depresan dapat memberikan efek, yaitu kerja sistem saraf berkurang, menurunkan kesadaran, dan mengantuk. Jenis zat yang termasuk obat depresan, misalnya alkohol, sedatin atau pil BK, Magadon, Valium, dan Mandrak MX, Cannabis dan Barbiturat. c. Obat Halusinogen Obat halusinogen merupakan obat yang dapat menimbulkan halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata. Contohnya adalah Licercik Acid Dhietilamide LSD, psylocibine, micraline dan mariyuana. 2. Dampak Penggunaan Psikotropika Penggunaan psikotropika dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Selain itu, banyak terjadi tindakan kriminal yang disebabkan karena penyalahgunaan zat psikotropika. Pengguna zat psikotropika akan mengalami kehancuran dalam hidupnya dan akan mengalami gangguan kesehatan sehingga masa depannya menjadi suram. Beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan zat psikotropika adalah sebagai berikut a Berbagai macam zat narkotika seperti candu, heroin, dan ganja dapat menyebabkan syaraf terganggu dan menimbulkan ketagihan yang pada akhirnya akan berujung kepada kematian. b Kokain dapat menimbulkan rasa takut yang berlebihan dan menimbulkan depresi. a. Gambar a Ekstasi b Kokain c Pohon ganja S u m be r go ogl d c. b. Gambar Dampak penyalahgunaan psikotropika c Morfin menimbulkan rasa ngantuk, gangguan pernapasan, bahagia yang berlebihan eufhoria, dan kematian. d Pil ekstasi menimbulkan rasa lelah dan ketenangan. e Barbiturat dapat mengakibatkan mudah tertidur lelap dan dapat menimbulkan kematian. Orang yang menggunakan zat psikotropika dapat dikenali dengan memperhatikan ciri-ciri fisiknya, yaitu a Badannya lemas dan tidak bertenaga. b Mukanya pucat dan tubuhnya kurus. c Tubuh menggigil disertai dengan teriakan histeris. d Rambut dan giginya rontok. 3. Pencegahan dan Pengobatan Ketergantungan Zat Psikotropika Dari berbagai dampak negatif penggunaan zat psiko-tropika, perlu adanya upaya untuk menghindarinya. Beberapa sikap yang dapat dilakukan untuk menjauhi pengaruh negatif zat psikotropika adalah sebagai berikut a Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, salah satunya dengan sering mengikuti dan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan. b Menjauhi zat psikotropika dan tidak mencoba untuk mengkonsumsinya. c Tidak bergaul dengan pemakai ataupun pengedar zat psikotropika. d Sering mengikuti penyuluhan dan seminar tentang narkotika agar dapat membentengi diri dari penyalah-gunaan psikotropika. e Menyibukkan diri dengan hal-hal yang sifatnya positif. Tidak jarang pengguna zat psikotropika yang pada akhirnya menyadari akan bahaya yang ditimbulkan zat tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya suatu upaya pengobatan guna untuk pemulihan kondisi tubuh pengguna. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati ketergantungan terhadap zat psikotropika adalah sebagai berikut a Memeriksakan kesehatan tubuh pengguna ke dokter dan mengkonsultasikan upaya untuk menghilangkan racun yang ditimbulkan akibat zat psikotropika. b Sikap peduli dan perhatian dari anggota keluarga, teman, dan sahabat dapat memberikan semangat untuk sembuh dari ketergantungan akan zat psikotropika. c Melakukan kegiatan-kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan. S u m be r go ogl d Kilasan Materi • Zat adiktif adalah zat yang dapat menyebabkan efek ketagihan bagi pemakainya. • Rokok mengandung berbagai macam racun yang dapat merusak kesehatan penggunanya, seperti nikotin, karbon monoksida, tar, dan asam sianida. • Nikotin merupakan racun yang terdapat pada tembakau dan dapat menimbulkan efek ketagihan serta dapat menaikkan tekanan darah. • Minuman keras mengandung alkohol yang dapat menimbulkan efek ketagihan dan efek memabukkan bagi orang yang meminumnya. • Psikotropika adalah suatu zat atau obat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya. • Jenis psikotropika yang termasuk obat stimulan dapat memberikan rangsangan kepada syaraf sehingga dapat menimbulkan efek lebih percaya diri. • Jenis psikotropika yang termasuk obat depresan dapat menyebabkan kerja sistem saraf berkurang, menurunkan kesadaran, dan mengantuk. • Obat halusinogen merupakan obat yang dapat menimbulkan halusinasi, yaitu mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata. Setelah kamu mempelajari zat adiktif dan psikotropika, coba kamu jelaskan kembali jenis-jenis zat adiktif dan psikotropika serta bahaya yang ditimbulkan akibat penggunaannya! Manfaat apa yang kamu peroleh setelah mempelajarnya? 1. Jelaskan pengertian zat psikotropika! 2. Berdasarkan efek yang ditimbulkan, terdiri dari apa saja zat psikotropika? Jelaskan! 3. Apakah dampak negatif dari penggunaan zat psikotropika? 4. Bagaimana cara mencegah dan mengobati orang yang memiliki ketergantungan kepada zat psikotropika? Menguji Diri Carilah informasi dari berbagai sumber tentang cara-cara pengobatan bagi para korban ketergantungan zat adiktif dan psikotropika! Setelah itu, diskusikanlah bersama guru dan teman sekelompokmu! 1. Yang dimaksud zat adiktif adalah .... a. zat yang dapat menimbulkan efek ketagihan b. zat yang digunakan sebagai campuran makanan c. zat yang dapat meningkatkan ketahanan fisik d. zat yang dapat mengawetkan makanan 2. Rokok dapat digolongkan ke dalam zat adiktif karena .... a. dapat meningkatkan kecerdasan akibat nikotin b. dapat meningkatkan selera makan akibat tar c. dapat menambah ketahanan tubuh akibat karbon monoksida d. dapat menimbulkan ketagihan akibat nikotin 3. Racun pada rokok yang dapat menye-babkan sesak napas adalah .... a. nikotin b. tar c. karbon monoksida d. asam sianida 4. Yang bukan merupakan efek dari kecanduan alkohol adalah .... a. nafsu makan bertambah b. hilangnya kesadaran c. mabuk d. terganggunya sistem saraf 5. Untuk mencegah terjadinya penya-lahgunaan penggunaan zat adiktif, dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut, kecuali .... a. tidak mencoba untuk meminum minuman keras b. menjauhi minuman keras c. mengedarkan zat adiktif secara sembunyi-sembunyi d. mengurangi pergaulan dengan orang yang meminum minuman keras 6. Yang dimaksud zat psikotropika adalah .... a. zat yang dapat berpengaruh pada pikiran dan sistem saraf penggunanya b. zat yang dapat menambah tenaga c. zat yang dapat menambah nafsu makan d. zat yang digunakan untuk meng-awetkan makanan 7. Berdasarkan efek yang ditimbulkan, Apa kekurangan bahan aditif alami? Memerlukan bahan yang relatif banyak. Lebih mahal. Bahan sulit dicari. Apa kelebihan aditif alami? Jika dibandingkan dengan zat aditif buatan, maka zat aditif alami memiliki keunggulan yaitu Mengandung zat nutrisi, misalnya pewarna makanan dari sari wortel yang kaya beta-karoten provitamin A dan pewarna dari sari jeruk yang kaya vitamin C. Aman bagi kesehatan, dan tidak menyebabkan penyakit seperti pusing kepala. Apa keuntungan dan kelebihan menggunakan zat aditif? Meningkatkan atau menjaga nilai gizi. Membuat roti dan kue lebih mengembang. Memperkaya rasa, warna, dan penampilan. Menjaga konsistensi rasa dan tekstur makanan. Apakah keuntungan penambahan zat aditif alami pada makanan dan minuman? Keuntungan penggunaan zat aditif bagi makanan antara lain Makanan lebih tahan lama. Mutu dan kesetabilan makanan terjaga. Membuat makanan lebih menarik. Apa saja yang termasuk zat aditif alami? – Zat aditif alami madu, gula tebu, gula kelapa, gula aren, dan pemanis dari buah-buahan yang dapat dicerna oleh tubuh, dan berfungsi sebagai sumber energi. Apa yang dimaksud zat aditif alami? Dilansir dari Food & Drug Administration, zat aditif alami adalah zat aditif yang berasal dari sumber alam seperti buah, sayur, dan hewan. Sedangkan zat aditif sintesis adalag zat aditif yang tidak dapat ditemukan dialamm melainkan dibuat oleh manusia menggunakan bantuan senyawa kimia. Mengapa zat aditif alami lebih baik daripada yang sintetis? Karena bahan aditif alami lebih terjamin keamanannya, dan aman jika dilakukan dalam kadar yang banyak. Dibandingkan dengan bahan aditif buatan. Mengapa zat aditif alami lebih baik dr pd yg sintetis? karena pda zat adiktif alami tidak terlalu berbahaya untuk dikonsumsi, sedangkan zat adiktif sintetik berbahaya untuk dikonsumsi. Apa perbedaan zat aditif alami dan zat aditif buatan beri contohnya? Zat aditif alami berasal dari pengolahan produk alami, seperti dari hewan atau tanaman, misalnya gula pasir yang diolah dari sari tanaman tebu. Zat aditif buatan berasal dari produksi dan senyawa kimia utuk menghasilkan zat yang tidak didapatkan secara alami di hewan atau tanaman, misalnya pemanis buatan sakarin. Apa saja dampak dari mengkonsumsi zat aditif? Penggunaan zat aditif pada makanan yang tidak bijaksana dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan misalnya keracunan, kerusakan syaraf, ginjal, hati, cacat kelahiran, gangguan gastroenteritis, kejang-kejang, anomalia kaki, kelainan pertumbuhan, kemandulan bahkan kematian. Jelaskan manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari zat adiktif? Memperbaiki penampilan makanan. Mempertahankan kesegaran, tekstur, dan cita rasa. Memberikan warna pada makanan agar terlihat menarik. Memperpanjang daya simpan. Meningkatkan nilai gizi, seperti protein, mineral, dan vitamin. Apa saja zat aditif yang terdapat dalam makanan dan minuman tersebut? MSG. MSG monosodium glutamat alias mecin adalah zat aditif yang digunakan sebagai penyedap rasa makanan. Pewarna buatan. Natrium nitrit. Sirup jagung tinggi fruktosa. Pemanis buatan. Natrium benzoat. Perasa buatan. Lemak trans. References Pertanyaan Lainnya1Apa bahasa khas dari Jawa?2Apa yang bisa dimanfaatkan dari bawang bombay?3Berapa perbandingan udara dan bahan bakar saat stasioner langsam?4Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia?5Apa bentang alam yang ada di benua Asia?6Manakah yang termasuk teknik dasar permainan softball di bawah ini?7Hewan apa saja yang memiliki ciri yang sama?8Makanan Khas daerah hewani apa saja?9Apa saja penerapan tekanan osmotik dalam kehidupan sehari-hari?10Tulis 4 Langkah Kegiatan mengukir pada bahan kayu? - Tahukah kamu mengapa narkotika dan psikotropika penggunannya diatur oleh pemerintah? Tidak hanya di Indonesia, di seluruh belahan dunia, narkotika diregulasi meskipun berbeda-beda regulasinya. Ini karena penggunaan zat adiktif memberikan banyak dampak pada masalah dalam rokok juga merupakan zat adiktif yang menyebabkan ketergantungan. Seseorang yang mulai merokok, perlahan-lahan akan terus membutuhkan rokok dan tidak bisa berhenti menghisapnya. Padahal dalam rokok terdapat banyak zat yang membahayakan seperti tar, karbon monoksida, dan hidrogen sianida. Sehingga benar adanya kalau merokok membunuhmu. Dampak narkotika Penggunaan jangka pendek narkotika akan menyebabkan efek buruk berupa halusinasi, peningkatan detak jantung, mual, kehilangan kesadaran dan juga Penggolongan Narkoba Dilansir dari Foundation for a Drug-Free World, ketergantungan narkotika menyebabkan penggunanya harus menambah dosis seiring bertambahanya waktu untuk mendapat efek yang sama. Penambahan dosis ini akan terus naik hingga terjadinya kematian karena overdosis. NURUL UTAMI Otak pengguna kokain dari waktu ke waktu Penggunaan kokain dalam dosis tinggi menyebabkan kerusakan otak dan kematian sel-sel. Kokain membunuh otak dengan menggerogotinya, membuat penggunanya kehilangan fungsi otak, cacat fisik, dan kematian. Gambar di atas adalah pemindaian MRI dari otak pengguna kokain jangka panjang. Warna kuning dan merah menunjukkan fungsi otak, seiring berjalannya waktu fungsi otak menurun karena sel menderita kematian. Zat aditif dan zat adiktif mungkin hanya memiliki perbedaan satu huruf saja, padahal sebetulnya pengertian keduanya sangatlah berbeda jauh. Sederhananya, zat aditif adalah zat tambahan untuk menambahkan atau meningkatkan sesuatu, sementara zat adiktif adalah zat yang menyebabkan ketergantungan apabila kita mengonsumsinya. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai uraian mengenai zat aditif dan zat aditif, mulai dari pengertian, jenis-jenis, kelebihan zat aditif dan bahaya zat adiktif. Saat memilih makanan, seseorang akan mudah tertarik karena rasanya yang enak, warna yang menarik, aroma yang menggugah selera, atau kemasannya yang menawan. Agar memenuhi tujuan tersebut, pembuat makanan menambahkan zat-zat tertentu. Zat-zat tersebut disebut zat aditif. Jadi apa itu zat aditif? Pengertian Zat Aditif Zat aditif adalah zat yang ditambahkan pada makanan dan minuman untuk meningkatkan kualitas, keawetan, kelezatan, dan kemenarikan makanan dan minuman Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 246. Berdasarkan asalnya, zat aditif pada makanan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu zat aditif alami dan zat aditif buatan. Zat aditif alami adalah zat aditif yang bahan bakunya berasal dari makhluk hidup, misalnya zat pewarna dari tumbuhan, penyedap dari daging hewan, zat pengental dari alga, dan sebagainya. Zat-zat alami ini pada umumnya tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan manusia. Sebaliknya, zat aditif buatan bila digunakan melebihi jumlah yang diperbolehkan, dapat membahayakan kesehatan. Zat aditif buatan adalah zat aditif yang diperoleh melalui proses reaksi kimia yang bahan baku pembuatannya berasal dari bahan-bahan kimia. Misalnya, bahan pengawet dari asam benzoat, pemanis buatan dari sakarin, pewarna dari tartrazine, dan lainnya. Zat aditif buatan harus digunakan sesuai dengan jumlah yang diperbolehkan dan sesuai fungsinya. Penyalahgunaan pewarna buatan seperti bahan pewarna tekstil yang digunakan sebagai pewarna makanan sangat berbahaya untuk kesehatan. Jenis-Jenis Zat Aditif Berdasarkan fungsinya, zat aditif pada makanan dan minuman dapat dikelompokkan menjadi pewarna, pemanis, pengawet, penyedap, pemberi aroma, pengental, dan pengemulsi. Berikut adalah berbagai penjelasan dari masing-masing jenis zat aditif. Pewarna Pewarna adalah bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman dengan tujuan untuk memperbaiki atau memberi warna pada makanan atau minuman agar menarik Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 213. Seperti zat aditif pada umumnya pula, pewarna dapat diperoleh dari bahan alami maupun buatan. Pewarna Alami Pewarna alami adalah pewarna yang dapat diperoleh dari alam, misalnya dari tumbuhan dan hewan. Secara alami masyarakat dapat memperoleh warna kuning dari kunyit, hijau dari suji dan pandan, atau warna merah dari stroberi. Selain memberi warna hijau, daun pandan juga memberi aroma harum pada makanan. Pewarna alami mempunyai keunggulan, yaitu lebih sehat dan tidak menyebabkan efek samping apabila dikonsumsi dibandingkan pewarna buatan. Namun, pewarna makanan alami memiliki beberapa kelemahan, yaitu cenderung memberikan rasa dan aroma khas yang tidak diinginkan, warnanya mudah rusak karena pemanasan, warnanya kurang kuat pucat, dan jenisnya terbatas. Berikut adalah beberapa pewarna alami yang dapat digunakan untuk mewarnai makanan. No. Warna Bahan Alami 1. Ungu Buah murbei, buah anggur 2. Kuning Kunyit 3. Oranye Wortel 4. Hijau Daun suji, daun pandan 5. Cokelat Kakao 6. Merah Buah naga, stroberi 7. Hitam Arang tidak dianjurkan kecuali dalam bentuk activated carbon norit, dsb. Pewarna Buatan Pewarna buatan adalah pewarna yang diperoleh melalui proses reaksi sintesis kimia menggunakan bahan yang berasal dari zat kimia sintetis Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 216. Jenis pewarna ini umumnya mempunyai struktur kimia yang mirip seperti struktur kimia pewarna alami, misalnya apokaroten yang mempunyai warna oranye mirip dengan warna wortel. Beberapa bahan pewarna sintetis dapat menggantikan pewarna alami. Pewarna sintetis ada yang dibuat khusus untuk makanan dan ada pula untuk industri tekstil dan cat. Saat ini, sebagian besar orang lebih senang menggunakan pewarna buatan untuk membuat aneka makanan dan minuman yang berwarna. Bahan pewarna buatan dipilih karena memiliki beberapa keunggulan dibanding pewarna alami, yaitu harganya murah, praktis dalam penggunaan, warnanya lebih kuat, jenisnya lebih banyak, dan warnanya tidak rusak karena pemanasan. Penggunaan bahan pewarna buatan untuk makanan dan minuman harus melalui pengujian yang ketat untuk kesehatan konsumen. Pewarna yang telah melalui pengujian keamanan dan yang diizinkan pemakaiannya untuk makanan dan minuman dinamakan permitted colour atau certified colour. Contoh Pewarna Makanan Berikut adalah beberapa jenis pewarna buatan yang dapat digunakan untuk pewarna makanan dan minuman. No. Warna Nama Bahan Kimia 1. Biru Brilliant Blue FCF 2. Kuning Tartrazine 3. Oranye Sunset Yellow FCF 4. Hijau Fast Green FCF 5. Merah Allura Red AC Pewarna buatan, sudah digunakan secara luas oleh masyarakat sebagai bahan pewarna dalam produk makanan dan minuman. Namun, sebagian masyarakat masih menggunakan bahan pewarna buatan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Contoh penggunaan pewarna buatan yang tidak sesuai peruntukannya adalah penggunaan pewarna tekstil untuk makanan yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Pewarna tekstil dan pewarna cat tidak boleh digunakan sebagai pewarna makanan dan minuman karena pewarna tekstil dan cat biasanya mengandung logam-logam berat, seperti antimoni Sb, arsenik As, barium Ba, kadmium Cd, kromium Cr, raksa Pb, mercuri Hg, dan selenium Se yang bersifat racun bagi tubuh. Contoh Pewarna yang Bukan untuk Makanan Berikut adalah jenis-jenis pewarna buatan yang dilarang digunakan dalam makanan atau minuman. No. Warna Nama Bahan Kimia 1. Biru Indanthrene Blue RS 2. Kuning Fast Yellow AB, Oil Yellow OB, Auramine, Metanil Yellow 3. Oranye Orange RN, Orange GGN, Chrysodine 4. Hijau Guinea Green B 5. Cokelat Chocolate Brown FB 6. Merah Fast Red E, Ponceau SX, Rhodamine B 7. Hitam Black 7984 Pemanis Pemanis merupakan bahan yang ditambahkan pada makanan atau minuman sehingga dapat menyebabkan rasa manis pada makanan atau minuman. Bahan aditif pemanis terdiri dari dua jenis, yaitu pemanis alami dan pemanis buatan. Pemanis Alami Pemanis alami yang umum digunakan untuk membuat rasa manis pada makanan dan minuman adalah gula pasir sukrosa, gula kelapa, gula aren, gula lontar, dan gula bit. Gula tersebut digunakan sebagai pemanis pada makanan dan minuman sesuai dengan keperluan. Pemanis Buatan Pemanis buatan mempunyai rasa manis hampir sama atau lebih manis dibandingkan dengan pemanis alami. Zat aditif pemanis buatan dibuat melalui reaksi kimia tertentu sehingga dapat dihasilkan senyawa yang mempunyai rasa manis. Pemanis buatan dibuat dengan tujuan sebagai pengganti gula alami. Beberapa contoh pemanis buatan adalah siklamat, aspartam, kalium asesulfam, dan sakarin. Pemanispemanis ini mempunyai tingkat kemanisan lebih besar dibandingkan dengan gula pasir. Pemanis buatan dapat digunakan untuk menggantikan pemanis alami bagi orang-orang yang tidak diperbolehkan mengonsumsi pemanis alami, seperti penderita kencing manis diabetes mellitus. Selain itu, pemanis buatan tidak menghasilkan kalori dalam tubuh, sehingga sering digunakan oleh orang yang diet untuk menurunkan berat badannya. Pengawet Pengawet adalah zat aditif yang ditambahkan pada makanan atau minuman yang berfungsi untuk menghambat kerusakan makanan atau minuman. Kerusakan makanan dapat disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang tumbuh pada makanan dan minuman. Bahan pengawet mencegah tumbuhnya mikroorganisme sehingga reaksi kimia yang disebabkan oleh mikroorganisme tersebut dapat dicegah, misalnya fermentasi pada makanan dan minuman tersebut. Reaksi-reaksi kimia lain juga dapat dicegah oleh adanya pengawet antara lain pengasaman, oksidasi, pencokelatan browning, dan reaksi enzimatis lainnya. Contoh bahan-bahan pengawet adalah sebagai berikut. No. Nama Bahan Pengawet Penggunaan 1. Asam benzoat, natrium benzoat, dan kalium benzoate Mengawetkan makanan dan minuman ringan, kecap, dan saus 2. Asam askorbat Mengawetkan daging olahan, kaldu, dan buah dalam kaleng 3. Natrium nitrat NaNO3 Mengawetkan daging olahan dan keju 4. Asam propionate Mengawetkan roti dan keju olahan 5. Butil hidroksianisol BHA Menghambat oksidasi pada lemak dan minyak 6. Butil hidroksitoluen BHT Menghambat oksidasi pada lemak, minyak, margarin, dan mentega Terdapat cara alternatif lain selain menggunakan bahan pengawet untuk mengawetkan. Misalnya dengan cara pengasinan atau pemanisan. Contohnya adalah ikan asin, manisan buah, atau daging panggang dapat awet secara alami. Metode pengawetan lain adalah dengan cara fisik misalnya dengan pemanasan, pendinginan, pembekuan, pengasapan, pengeringan, dan penyinaran. Penyedap Penyedap makanan adalah zat aditif atau bahan tambahan makanan yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa makanan. Beberapa penyedap alami yang umum digunakan adalah garam, bawang putih, bawang merah, cengkeh, pala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbar, sereh, dan kayu manis. Pada makanan berkuah, kaldu dari daging dan tulang pada umumnya digunakan sebagai penyedap. Selain penyedap alami, juga terdapat penyedap buatan. Penyedap buatan yang umum digunakan pada makanan adalah vetsin yang mengandung senyawa monosodium glutamat MSG atau mononatrium glutamat MNG. Senyawa ini dibuat dari fermentasi tetes tebu dengan bantuan bakteri Micrococcus glutamicus. Banyak ahli kesehatan berpendapat bahwa penggunaan MSG yang berlebihan dapat menimbulkan penyakit yang dikenal dengan nama Sindrom Restoran Cina Chinese Restaurant Syndrome dengan gejala pusing, mulut terasa kering, lelah, mual, atau sesak napas. Dosis maksimal penggunaan MSG yang ditetapkan oleh WHO adalah 120 mg/kg berat badan. Misalnya, berat badanmu 40 kg maka jumlah MSG maksimal yang dapat dikonsumsi sebesar 480 mg 0,48 g. Pemberi Aroma Pemberi aroma adalah zat aditif yang memberikan aroma tertentu pada makanan atau minuman. Penambahan zat pemberi aroma dapat menyebabkan makanan atau minuman memiliki daya tarik tersendiri untuk dinikmati. Zat pemberi aroma dapat berasal dari bahan segar atau ekstrak dari bahan alami seperti ekstrak buah nanas, ekstrak buah anggur, minyak atsiri, dan vanili. Pemberi aroma yang merupakan senyawa sintetis atau disebut dengan essen, misalnya amil kaproat aroma apel, amil asetat aroma pisang ambon, etil butirat aroma nanas, vanilin aroma vanili, dan metil antranilat aroma buah anggur disebut pemberi aroma sintetis. Pengental Pengental adalah bahan tambahan yang digunakan untuk menstabilkan, memekatkan atau mengentalkan makanan yang dicampurkan dengan air, sehingga membentuk kekentalan tertentu yang diinginkan. Bahan pengental alami contohnya meliputi pati, gelatin, gum, agar-agar, dan alginat. Beberapa hidangan seperti capcai menggunakan tepung maizena untuk mengentalkan kuahnya. Pengemulsi Pengemulsi adalah bahan tambahan yang dapat mempertahankan penyebaran dispersi lemak dalam air dan sebaliknya. Praktik konkritnya adalah pengemulsi dapat menyatukan air dan minyak yang tidak dapat bersatu. Ya, minyak dan air tidak saling bercampur, namun bila ditambahkan sabun, kemudian diaduk keduanya dapat dicampur. Oleh karena itu, sabun dalam contoh tersebut disebut sebagai zat pengemulsi. Contoh zat pengemulsi makanan adalah lesitin yang terkandung dalam kuning telur maupun dalam kedelai. Lesitin banyak digunakan dalam pembuatan mayones dan mentega. Apabila tidak ditambahkan zat pengemulsi, lemak dan air pada mayones dan mentega akan terpisah. Zat Adiktif Berbeda dengan zat aditif yang merupakan zat tambahan untuk meningkatkan kualitas, zat adiktif adalah zat yang dapat menyebabkan adiksi ketagihan ketika dikonsumsi. Kebanyakan zat adiktif terhitung berbahaya dan harus dihindari, namun ada beberapa zat adiktif yang memiliki manfaat dan cenderung lebih aman namun tetap membutuhkan pengawasan ketat dari berbagai pihak. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah berbagai uraian mengenai zat adiktif dimulai dari pengertiannya. Pengertian Zat Adiktif Zat adiktif adalah zat-zat yang apabila dikonsumsi dapat menyebabkan ketergantungan adiksi atau ingin menggunakannya secara terus menerus atau ketagihan Tim Kemdikbud, 2017, hlm. 227. Zat adiktif alami yang biasa dikonsumsi adalah kafein yang ada dalam kopi, dan theine yang ada di dalam teh. Setelah minum kopi, biasanya orang akan merasa lebih segar disebabkan oleh kerja kafein. Namun, beberapa orang mengalami pusing atau pening ketika melewatkan meminum kopi. Gejala itu menunjukkan seseorang mengalami ketergantungan. Selain kafein masih banyak zat adiktif lainnya. Jenis-jenis Zat Adiktif Zat adiktif dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu 1 narkotika, 2 psikotropika, dan 3 zat psiko-aktif lainnya. Narkotika Narkotika merupakan zat berbahaya yang tidak boleh digunakan tanpa pengawasan dokter. Penggunaan narkotika tanpa pengawasan dokter adalah melanggar hukum. Zat adiktif ini adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri, dan menyebabkan ketergantungan bagi penggunanya. Narkotika dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan berdasarkan potensi dalam menyebabkan ketergantungan. Narkotika golongan I, sangat berbahaya karena berpotensi sangat tinggi menyebabkan ketergantungan. Jenis narkotika ini tidak digunakan dalam pengobatan. Misalnya, heroin/putaw, kokain, dan ganja. Narkotika golongan II, berpotensi tinggi dalam menyebabkan ketergantungan dan dapat digunakan sebagai pilihan terakhir dalam pengobatan. Misalnya, morfin, petidin, dan metadon. Narkotika golongan III, berpotensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan dalam pengobatan. Misalnya, kodein. Psikotropika Psikotropika adalah obat yang berkhasiat psiko-aktif yang memengaruhi mental dan perilaku seseorang. Misalnya, dampak positifnya adalah ketika orang yang sulit tidur meminum obat tidur golongan psikotropika maka ia akan tidur nyenyak. Namun penggunaan obat tidur sangat tidak disarankan dan harus sesuai dengan resep dokter. Biasanya dokter akan memberikan alternatif obat herbal sebelum memberikan obat jenis psikotropika. Psikotropika dapat dikelompokkan menjadi empat golongan berdasarkan potensi dalam menyebabkan ketergantungan. Psikotropika golongan I, berpotensi sangat kuat menyebabkan ketergantungan dan tidak digunakan sebagai obat. Misalnya, ekstasi/MDMA metil dioksi metamfetamin, LSD Lysergic acid diethylamide, dan STP/ DOM dimetoksi alpha dimetilpenetilamina. Psikotropika golongan II, berpotensi kuat menyebabkan ketergantungan dan sangat terbatas digunakan sebagai obat. Misalnya amfetamin, metamfetamin, fenisiklidin, dan ritalin. Psikotropika golongan III, berpotensi sedang menyebabkan ketergantungan dan banyak digunakan sebagai obat. Contohnya adalah pentobarbital dan flunitrazepam. Psikotropika golongan IV, berpotensi ringan dalam menyebabkan ketergantungan dan sangat luas digunakan sebagai obat. Misalnya diazepam, klobazam, fenobarbital, barbital, klorazepam, dan nitrazepam. Zat Psiko-Aktif Lainnya Selain narkotika dan psikotropika terdapat zat atau obat lain yang berpengaruh terhadap kerja sistem saraf pusat jika disalahgunakan atau dikonsumsi dalam jumlah besar dan dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Beberapa contoh zat psikoaktif selain narkotika dan psikotropika misalnya alkohol, nikotin, dan kafein. Alkohol yang banyak digunakan yaitu etanol C2 H5 OH. Zat ini dapat diperoleh secara alami melalui fermentasi glukosa dengan ragi Saccharomyces cerevisiae. Bila seseorang meminum minuman beralkohol, maka kandungan alkohol dalam darahnya akan tinggi, menyebabkan orang itu mabuk dan mengalami penurunan kesadaran. Oleh sebab itu, orang yang mabuk tidak boleh mengendarai kendaraan. Selain etanol, salah satu jenis alkohol yaitu metanol yang biasa digunakan pada industri sebagai pelarut zat tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari metanol dikenal juga dengan nama spiritus. Zat ini sangat beracun dan bila terminum dapat memutuskan saraf mata, sehingga orang dapat menjadi buta atau bahkan meninggal dunia. Nikotin terdapat dalam daun tembakau yang biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan rokok. Akibatnya, orang yang merokok dapat lebih tahan kantuk atau lebih aktif. Namun demikian, merokok berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan kanker tenggorokan dan kanker paru-paru. Kafein merupakan zat yang secara alami terdapat dalam kopi. Selain ditemukan dalam kopi, kafein juga ditemukan pada teh dan dikenal dengan nama theine namun kadarnya tidak sebanyak kafein dalam kopi. Meskipun kafein merupakan zat psikoaktif, namun tidak ada larangan dalam penggunaannya. Umumnya kopi dikonsumsi dengan tujuan agar tidak mengantuk. Hal ini disebabkan karena kafein merupakan stimulus yang mampu meningkatkan kerja otak. Mengonsumsi kopi tidak dilarang, tetapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara berlebihan. Dampak Penggunaan Zat Adiktif bagi Kesehatan Banyak sekali dampak buruk yang disebabkan oleh penggunaan zat adiktif terhadap kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan zat adiktif baik untuk mendapatkan manfaatnya juga sebetulnya kurang disarankan atau harus digunakan dengan sangat hati-hati. Berikut adalah pemaparannya. Dampak Penggunaan Narkotika Penggunaan heroin, morfin, opium, dan kodein dalam jangka pendek dapat menghilangkan rasa nyeri, ketegangan berkurang, rasa nyaman, diikuti perasaan seperti mimpi dan mengantuk. Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, meninggal karena overdosis, menyebabkan sembelit, gangguan siklus menstruasi, dan impotensi. Bahkan, jika dalam penggunaannya menggunakan jarum suntik yang tidak steril, maka berisiko tertular berbagai jenis penyakit berbahaya seperti hepatitis dan HIV/AIDS. Dampak Penggunaan Psikotropika Penggunaan ekstasi metilen dioksi metamfetamin/MDMA dan sabu metamfetamin dalam jangka pendek dapat menyebabkan terjaga tidak tidur, rasa riang, perasaan melambung, rasa nyaman, dan meningkatkan keakraban. Namun, setelah itu akan timbul rasa tidak enak, murung, nafsu makan hilang, berkeringat, rasa haus, badan gemetar, jantung berdebar, dan tekanan darah meningkat. Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kurang gizi, anemia, penyakit jantung, gangguan jiwa psikotik, dan pembuluh darah di otak dapat pecah sehingga mengalami stroke atau gagal jantung yang mengakibatkan kematian. Dampak Penggunaan Zat Psiko-Aktif Lainnya Inhalansia dapat menyebabkan kematian mendadak akibat kekurangan oksigen atau karena ilusi, halusinasi, dan persepsi yang salah misalnya merasa dapat terbang, sehingga orang yang mengonsumsi terjun dari tempat tinggi. Penggunaan inhalansia jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan otak, paru-paru, ginjal, dan jantung. Alkohol yang masuk ke dalam tubuh akan masuk ke dalam pembuluh darah, menuju otak, dan menekan kerja otak. Akibat jangka pendek dari mengonsumsi alkohol yaitu mabuk, jalan sempoyongan, menyebabkan keinginan untuk merusak, dan dapat menyebabkan kecelakaan akibat mengendarai kendaraan dalam keadaan mabuk. Dalam jangka panjang alkohol dapat merusak hati, merusak kelenjar getah lambung, kerusakan sistem saraf, menyebabkan gangguan jantung, dan meningkatkan risiko kanker. Ibu hamil pecandu alkohol akan melahirkan bayi yang cacat. Selain nikotin, dalam rokok juga terdapat sekitar senyawa, termasuk tar dan karbon monoksida CO yang berbahaya bagi tubuh. Senyawa-senyawa ini dapat menyebabkan kanker paru, penyempitan pembuluh darah, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan impotensi. Upaya Pencegahan Diri dari Bahaya Narkoba Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang, yang sebenarnya merupakan zat adiktif. Namun, tidak semua zat adiktif adalah narkoba, misalnya kafein, alkohol, dan nikotin. Oleh karena itu, kita harus mampu menjaga diri dari bahaya narkoba. Menurut Tim Kemdikbud 2017, hlm. 238-242 beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk menjaga diri dari bahaya narkoba adalah sebagai berikut. 1. Mengenal dan menilai diri sendiri Mengenal dan menilai diri sendiri berarti menyadari akan kelemahan dan kekuatan, kekurangan dan kelebihan, dan cita-cita atau tujuan hidup yang ingin kita capai. Dengan lebih mengenal diri sendiri, kita akan dapat lebih mudah mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan hidup yang telah ditetapkan sehingga mencegah diri dari perilaku negatif akibat dari tidak terpetakannya cita-ccita dan keinginan hidup, seperti menggunakan narkoba. 2. Meningkatkan harga diri Harga diri adalah suara hati yang menunjukkan bahwa kita adalah seorang yang istimewa dan berharga, serta mampu mencapai cita-cita. Harga diri merupakan dasar dalam proses belajar, membangun kreativitas, tanggung jawab, dan hubungan positif dengan orang lain. Saat memiliki harga diri yang tinggi, kita tidak akan mudah terjebak terhadap hal-hal negatif yang dapat merusak harga diri sendiri, teman, keluarga, dan lingkungan sekitar pada umumnya. 3. Meningkatkan rasa percaya diri Percaya diri adalah gambaran keyakinan, keberanian, cara pandang, pemikiran, dan perasaan tentang dirinya sendiri dalam menghadapi suatu permasalahan. Jika kita memiliki rasa percaya diri yang baik, maka kita akan memiliki dorongan, kekuatan, dan keberanian untuk melakukan hal-hal yang positif, seperti siap dalam melaksanakan tugas yang diberikan. 4. Terampil mengatasi masalah dan mengambil keputusan Kita harus terus belajar mengelola perasaan, seperti rasa takut, marah, khawatir, benci, malu, putus asa, dan sebagainya sehingga tidak lari dari masalah. Dengan mampu mengelola perasaan, kita akan tetap maju dan menyelesaikan masalah yang dihadapi tanpa ilusi penyelesaian sementara yang diberikan oleh narkoba. 5. Memilih pergaulan yang baik dan terampil menolak tawaran narkoba Adakalanya seseorang terpaksa mengikuti hal-hal yang dikerjakan atau diikuti oleh teman-temannya untuk membuat mereka menyukainya, meskipun pada awalnya mungkin juga terdapat tekanan. Oleh karena itu, bertemanlah dengan teman-teman yang tidak menyalahgunakan narkoba. Selain itu, kita juga harus mampu menolak dengan tegas tawaran atau ajakan dari teman terhadap hal-hal yang negatif, seperti merokok maupun minum-minuman keras, apalagi penggunaan narkoba. 6. Terampil sebagai agen pencegahan penyalahgunaan narkoba Kita dapat membentuk atau ikut aktif pada berbagai kelompok anti narkoba yang menciptakan pola hidup sehat dan produktif, menjadi contoh positif bagi yang lain, mendukung masyarakat untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba, mendorong remaja lain untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dan mendorong mereka menolak tawaran menyalahgunakan narkoba, serta membantu teman yang mempunyai masalah narkoba untuk mencari pertolongan. 7. Menerapkan pola hidup sehat Indonesia memerlukan generasi muda yang sehat sehingga dapat tumbuh menjadi manusia dewasa yang sehat yang mampu memajukan negara dan membuat bangsa Indonesia semakin sejahtera. Untuk membentuk generasi muda yang sehat, perlu penerapan pola hidup sehat yang meliputi mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi, menghindari makanan siap saji junk food; olahraga secara teratur, termasuk mengikuti klub yang bergerak dalam bidang olahraga; istirahat yang teratur dan cukup sehingga dapat mengurangi ketegangan pikiran dan memperbaiki selsel tubuh yang rusak; serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 8. Memperkuat iman dan takwa kepada Tuhan Semua agama dan kepercayaan mengajarkan kepada penganutnya untuk melakukan hal-hal yang baik dan melarang untuk melakukan hal-hal yang buruk, termasuk juga narkoba dan obat berbahaya lainnya. Seseorang yang memiliki iman kepercayaan yang kuat, serta selalu berusaha menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan bertakwa dapat mencegah berbagai perilaku kenakalan remaja, termasuk dalam masalah penyalahgunaan narkoba. 9. Melakukan kegiatan yang positif Kita hendaknya dapat mengisi waktu luang dengan kegiatan positif yang berguna untuk masa depannya, misalnya dengan mengikuti berbagai ekstrakurikuler di sekolah, ikut organisasi siswa seperti OSIS, UKS, PMR, mengikuti gelar seni budaya, dsb. Dengan mengisi waktu luang dengan kegiatan positif dapat membantu menghindarkan diri dari penyalahgunaan narkoba. 10. Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan teman dan keluarga Membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan keluarga juga sangat penting untuk menghindari narkoba. Luangkanlah waktu bersama-sama keluarga dan lebih terbukalah pada orangtua. Jika kita memiliki masalah, bicarakanlah dengan orangtua. Orangtua tentu akan selalu membimbing atau membantumu menyelesaikan masalahmu. Dengan begitu kita tidak akan terus terbebani sendirian. Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

keuntungan dan kerugian zat aditif